Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Program Remedialsiswa Kelas IV SDN 1 Bumo

Download Proposal Penelitian dengan judul :
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui  Program Remedialsiswa Kelas IV SDN 1 Bumo
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui  Program Remedialsiswa Kelas IV SDN 1 Bumo
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika
Melalui  Program Remedialsiswa Kelas IV SDN 1 Bumo

Judul

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
( P  T  K )


PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR
MATEMATIKA MELALUI  PROGRAM REMEDIAL
SISWA KELAS IV SDN 1 BUMO


Diajukan
Guna memenuhi salah satu tugas dalam mengikuti dan menyelesaikan
 mata kuliah IDIK 4306 / Metode Penelitian  



Disusun Oleh :
Anis xxx
NIM. xxx xxx xxx


PROGRAM S1 PGSD – UT UPBJJ JEMBER
POKJAR PURWOHARJO
TAHUN 20xx

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulilla, segala puji hanya milik Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, atas segala karuia-Nya telah dilimpahkan pada penulis sehingga dapat melaksanakan  kegiatan penelitiian tidanakan kelas dan meyususn laporan hasilnya dalam bentuk karya tulis ini dengan lancer.
Penelitan ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Bumo dengan banyak motivasi dari  pihak sekolah. Sehingga kegiatan penelitian tindakan kelas dapat diselesaikan  dalam waktu yang telah direncanaakan.
Hasil penelitian dan laporan penelitian tindakan kelas ini masih banyak kelemahan dan kekurangan, sekalipun telah diusahakan semaksimal mungkin. Karena itu peneliti sangat mengharapkan kritik dan saran bersifat  membangun dari semua pihak demi kesempurnaan  dimasa mendatang, untuk itu peneliti mengucapkan  terima kasih.
Semoga hasil penelitian tindakan kelas ini benar-benar bermanfaat bagi para siswa dan guru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan kedepan.

                                                                                                      Penulis,

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL .............................................................................................  i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii

A.   JUDUL PENELITIAN .................................................................................... 1
B.   BIDANG KAJIAN ........................................................................................... 1
C.   PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
D.   PERUMUSAN DAN PERENCANAAN MASALAH ................................. 3
E.   TUJUAN PENELITIAN  ................................................................................. 3
F.    MANFAAT HASIL PENELITIAN  ................................................................. 4
G.   KAJIAN PUSTAKA ........................................................................................ 6
H.   RENCANA DAN PROSEDUR  PENELITIAN  ......................................... 14
I.      JADWAL PENELITIAN  ................................................................................ 22
J.    BIAYA PENELITIAN  ..................................................................................... 22
K.   PERSONALIA PENELITIAN  ....................................................................... 24
L.    DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 25
M.   LAMPIRAN-LAMPIRAN  ..............................................................................

 A. JUDUL PENELITIAN 
Judul penelitan “Peningkatan Prestasi Hasil Belajar Matematika Melalui Proogram  Remedial  Siswa Kelas IV SDN 1 Bumo”

B. BIDANG KAJIAN 
Penelitian yang akan dilakukan merupakan sebuah setrategi pembelajaran yang bermaksud untuk menyembuhkan, membentuk  atau membuat jadi baik. Pada umumnya proses pengajaran bertujuan agar siswa dapat mencapai  hasil belajar yang lebih baik, jika ternyata hasil yang dicapai tidak memuaskan  artinya siswa masing dipandang belum mencapai belajar / prestasi yang diharapkan.
Proses pengajaran ini sifatnya lebih khusus untuk disesuaikan dengan karakteristik kesulitan belajar yang dihadapi siswa. Proses bantuan lebih ditekankan pada usaha perbaikan cara-cara mengajar, menyesuaikan materi pelajaran, menyembuhkanhambatan-hambatan yang dihadapi. Jadi dalam pengajaran remedial yang disembuhkan, diperbaiki, dibetulkan adalah keseluruahan proses belajar mengjar yang  meliputi cara belajar dan lingkungan turut mempengaruhi proses belajar mengajar. Dengan pengajaaran remedial siswa yang mengalami kesulitan belajar diharapkan dapat mencapai hasil yang diharapkan  sesuai dengan kompetensinya. 

C. PENDAHULUAN 
Latar Belakang Masalah 
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi siswa kelas IV SDN 1 Bomo adalah nilai matematika yang menurun dan kurang dari NSK (nilia Standar  ketuntasan) yang ditetapkan, dari 26 siswa ada 10 siswa yang nilainya di bawah NSK. 
Dalam hal ini batas ketuntasan belajar siswa harus ditetapkan oleh guru, misalnya apakah siswa  harus mencapai nilai 75, 65, 55 atau sampai nilai beberapa orang siswa  dinyatakan mencacapai ketuntasan dalam belajar. Sehubungan hal tersebut, SDN 1 Bumo bagi kelas IV sudah diberlakukan, sehingga berdasarkan kesepakatan para guru dan komite sekolah maka ketuntasan hasil belajar untuk mata pelajaran matematika adalah 60,00. Jadi  jadi jika ada siswa dalam evaluasi ada yang mendapatkan nilai kurang 60,00 pada setiap kompetensi dasarnya, maka harus mengikuti program perbaikan  atau program remedial.
Pada dasarnya pendidikan merupakan masalah yang komplek, masalah itu selalu berhubungan dengan usaha manusia dalam meningkatkan kwalitas kehidupan anak didik. Dalam pelakasanaan pendidikan setiap bangsa dan negara mempunyai tujuan dasar dan tujuan yang berbeda.
Dalam keseluruhan kegiatan pembelajaran inilah para siswa mempunyai tingkat pemahanan yang berbeda-beda dalam menerima konsep pelajaran yang diberikan guru, sehingga prestasi yang diperoleh  siswa akan bervariasi, ada yang sudah memenuhi standar dan  juga ada yang belum memenuhi standar  sesuai acuan yang ditetapkan. Bagi siswa yang sering mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran yang diberikan pada waktu  proses pembelajaran dapat mengakibatkan kegagalan-kegagalan. Kegagalan ini dapat  disebabkan oleh beberapa hal antara lain; 1) siswa kurang memperhatikan  / konsentrasi pada waktu menerima pelajaran, 2) penerapan metode pembelajaran kurang tepat,  3) kwalitas guru kurang memadai, IV) guru kurang memberi latihan soal, 5) lingkungan siswa kurang mendukung untuk belajar. Dan lain sebagainya.
Adanya gejala kesulitan belajar merupakan salah satu gambaran belum tercapainya perubahan tingkah laku secara menyeluruh. Oleh karena itu maslah ini diperlukan proses pembelajaran yang khusus yang dapat membantu pencapaian kebulatan perubahan tingkah laku sebagai hasil dari belajar. Hasil belajar yang belum tercapai maka diperlukan adanya perbaikan-perbaikan atau program remedial.
Berdasarkan latar belakang yang demikian itulah peneliti ingin mengetahui sedalam mungkin tentang Peningkatan Prestasi Hasil Belajar Matematika Melalui Proogram  Remedial  Siswa Kelas IV SDN 1 Bomo.

D. PERUMUSAN MASALAH 
Dalam latar belakang permasalahan sebagaimana dikemukakan diatas secara umum penelitian ini terumuskan dalam pengaruh program remedial terhadap peningkatan  prestasi belajar matematika bagi kelas IV sekolah dasar. Sedangkan rumusan masalahnya secara spesifik adalah :
1. Apakah ada siswa di SDN 1 Bumo siswa yang mengikuti program remedial ?
2. Apakah metode dan alat remedial yang digunakan untuk menyampaikan bahan evaluasi agar  siswanya mengikuti program remedial berhasil sesuai harapan ?
3. Berapa besar tingkat keberhasilan pelaksanaan Peningkatan Prestasi Matematika melalui Program Remedial Siswa Kelas IV SDN 1 Bumo ?

E. TUJUAN PENELITIAN 
Tujuan pada permasalahan yang ada, penelitian ini berupaya untuk :
1. Mendapatkan data penting siswa yang mengikuti program remedial di SDN 1 Bumo.
2. Mendapatkan gambaran tentang metode dan alat yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar agar siswa yang mengikuti program remedial mata pelajaran matematika berhasil sesuai harapan 
3. Mendapatkan data tingkat keberhasilan pengaruh dilaksanakannya program remedial mata pelajaran matematika terhadap prestasi belajar Siswa Kelas IV SDN 1 Bumo
Hipotesis Tindakan 
Sebagai bahan pertimbangan pelaksanaan penelitian dalam memecahkan masalah yang dihadapi, serta hubungannya dalam analisa  data yang dilakkukan oleh peneliti maka perlu adanya hipotesis permasalahan. Yang dimaksud hipotesis adalah suatu dugaan yang mungkin benar atau mungkin salah. Dia akan ditolak jika salah satu salah atau palsu dan diterima jika fakta membenarkan. Penolakan dan penerimaan hipotesis dengan begitu sangat tergantung pada hasil-hasil analisis data terhadap fakta-fakta yang dikumpulkan. Adapun hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:
1. Jika dalam  mata pelajaran matematika menggunakan program remedial maka akan dapat  meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Bumo.
2. Pelaksanaan program remedial dapat digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yang nilainya kurang 6,0 yang dialami oleh kelas IV SDN 1 Bumo.

F. MANFAAT HASIL PENELITIAN 
Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan temuan-temuan mengenai peningkatan prestasi belajar siswaakibat pelaksanaan pengajaran remedial mata pelajaran matematika. Temuan-temuan yan didapat kan diharapkan bermanfaat dalam hal :
1. Memberi masukan  yang bermanfaat bagi peneliti sendiri, mengenai pengaruh program remedial terhadap tingkat prestasi siswa, sehingga dapat memperbaiki dan mengembangkan metode  pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.
2. Memberi masukan yang bermanfaat bagi guru-guru sekolah dasar khususnya guru kelas IV yang memberikan mata pelajaran Matematika, mengenai hasil penelitian yang diperoleh, sehingga guru dapat memaknai untuk dapat dilaksanakan di sekolahnya
3. Memberi masukan-masukan yang bermanfaat bagi lembaga-lembaga resmi pendidikan seperti ; sekolah, kantor Dinas Pendidikan , Perguruan Tinggi dan lain-lain digunakan sebagai pertimbangan untuk mengambil suatu kebijakan.
4. Memberi kontribusi dalam dunia ilmu pengetahuan , khususnya dalam memberi konteks memperkaya teori-teori yang ada dibindang pendidikan.
Ruang Lingkup Penelitian 
Untuk mempelajari ruang lingkup permasalahan, maka dalam penelitian ini perlu adanya pembatasan objek penelitian agar tidak terjadi bias hasil penelitian. Yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat prestasi  belajar dengan pengajaran remedial dengan mata pelajaran matematika. Yang dimaksud tingkat prestasi belajar dalam penelitian ini adalah prestasi belajar yang dialami oleh Siswa Kelas IV SDN 1 Bumo, untuk mata pelajaran matematika yang nilainya kurang 60,0 (enam puluh koma enol)
Batasan Istilah 
Dalam penelitian tindakan kelas ini, ada istilah-istilah yang perlu dijelaskan antara lain :
1. Program remedial : berdasarkan makna dikamus, program berarti rencana / rancangan; sedangkan remedial adalah berhubungan dengan perbaikan atau bersifat penyembuhan 
2. Mata pelajaran matematika adalah  salah satu sub pelajaran tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan.
Prestasi belajar adalah  hasil yang telah dicapai dalam penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau  angka nilaiyang diberikan oleh guru
G. KAJIAN PUSTAKA
A. Teori Belajar – Mengajar 
Belajar pada hakekatnya adalah suatu aktivitas yang mengharapkan perunahan tingkah laku ( behavorial change ) pada indidu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena usaha individu yang bersangkutan. Belajar dipengaruhi ole beberapa faktor seperti ; bahan yang dipelajari, faktor instrumental, lingkungan dan kondisi individu si pelajar. Faktor-faktor tersebut diatur sedemikian rupa  agar mempunyai pengaruh yang membantu tercapainya kompetensi secara optimal
Proses belajar mengajar yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidian  pendidikan merupakan proses yang kompleks dan senantiasa berlangsung dalam berbagai situasi  dan kondisi. Percival dan Ellington (1984), menggambarkan sistim model pendidikan  dalam proses belajar yang berbentuk kotak hitam ( black Box ). Masukan untuk sistem pendidikan atau sistem belajar terdiri dari orang, informasi dan sumber lainnya. Keluaran terdiri dari  orang / siswa dalam penampilan yang lebih maju dalam berbagai aspek, sedangkan diantara masukan dan keluaran  terdapat “black box” yang berupa proses belajar atau pendidikan.
Pada dasarnya belajar merupakan hal yang penting bagi setiap orang. Dengan belajar makapengetahuan, keterampilan,kebiasaan, nilai, sikap, tingkah laku dan semua perbuatan manusia terbentuk disesuaikan dan dikembangkan. Dari berbagai pandangan para ahli yang mencoba memberi definisi belajar dapat diambil kesimpulan bahwa  belajar selalu melibatkan tiga hal pokok yaitu :  adanya perubahan tingkah laku,  sifat perubahannya relatif permanen serta perubahan tersebut disebabkan oleh interaksi  dengan lingkungan, bukan oleh proses kedewasaan ataupun perubahan-perubahan kondisi fisik yang sifatnya sementara. Oleh karena itu, pada prinsip belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dan interaksi antara siswa dengan sumber-sumber data obyek belajar, baik yang secara sengaja dirancang maupun yang tidak secara sengaja dirancang, namun dimanfaatkan. Proses belajar tidak hanyaterjadi karena adanya interaksi antara siswa dengan sumber-sumber lainnya.
Perolehan belajar, disamping penguasaan materi pembelajaran itu sendiri, dapat juga berupa kemampuan-kemampuan lain. Dari pengalaman belajar yang dialami, seseorang dapat belajar bagaimana carannya belajar.
Untuk memberikan landasan akademik / filosofis terhadap pelaksanaan pembelajaran, maka perlu dukemukakan sejumlah pandangan dari para ahli pendidikan serta pembelajaran. Ada tiga pakar pendidikan yang teori serta pandangannya bisa digunakan  sebagai acuan dalam mengembangkan  dan mengimplementasikan Kurikulum  Berbasis Kompetensi (KBK), yaitu John Dewey, Vigotsky dan Ausubel. Menurut Dewey (2001), tugas sekolah adalah memberi pengalaman belajar yang tepat bagi siswa. Selanjutnya ditegaskan bahwa tugas guru adalah membantu siswa menjalin pengalaman belajar yang satu dengan yang lain, termasuk yang baru dengan yang lama, pengalaman belajar yang baru melalui pengalamanbelajar yang lama akan melekat pada struktur kognitif siswa dan menjadi pengetahuan baru bagi siswa.
Sedangkan menurut Vigotsky  (2001), terdapat hubungan yang erat antara pegalaman sehari-hari dengan konsep keilmuan (scientifie), tetapi ada perbedaan secara kualitatif antara berfikir kompleks dan berpikir sonseptual. Berbipir komplek didasarkan  atas kategorisasi obyek berdasarkan suatu situasi, sedangkan berpikir konseptual  berbasis pada pengertian yang lebih abstrak.
Menurut Ausubel (1969), pengalaman belajar baru akan masuk kedalam memori jangka panjang dan akan menjadi pengetahuan  baru apabila memiliki makna. Pengalaman belajar adalah interaksi subyek belajar dengan obyek belajar. Misalnya siswa mengejakan tugas membaca, melakukan pemecahan masalah, mengamati suatu gejala, peristiwa percobaan dan sejenisnya agar pengalaman belajar menjadi pengetahuan yang baru, semua konsep dalam mata pelajaran diusahakan memiliki nilai terapan dilapangan.
Mengajar adalah membantu siswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresiakn dirinya dan belajar bagaimana (weil & Shower, 1992). Hasil akhir atau hasil jangka panjang dari proses mengajar adalah kemampuan siswa yang tinggi untuk dapat belajar dengan mudah dan efektif dimasa mendatang. Tujuan  utama dari kegiatan mengajar adalah  pada siswa yang belajar. Dengan demikian, hakekat mengajar adalah menfasilitasi siswa agar mereka mendapatkan kemudahan dalam belajar.

B. Pebelajaran dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Istilah pembelajaran merupakan padanan dan kata dalam bahasa inggris intruction, yang berarti proses membuat orang belajar. Tujuannya ialah membantu orang belajar, atau memanipulasi (merekayasa) lingkungan sehingga memberi kemudahan bagi orang yang belajar. Gagne & Briggs (1979), mendefinisikan bahwa pembelajaran suatu rangkaian atau events (kejadian, peristiwa, kondisi dan sebagainya )yang secara sengaja dirancang untuk mempengaruhi siswa (pmbelajar) sehingga proses belajarnnya dapat berlangsung dengan mudah
1. Ciri-Ciri Kurikulum Berbasis Kompetensi
Pada umumnya orang berpendapatbahwa kegiatan pembelajaran adalah penerapan prisip secara teori belajar. Oleh karena itu , bila seseorang telah tahu bagaimana orang belajar, maka pembelajaran akan berusaha merumuskan cara-cara yang terbaik untukmembuat orang belajar
Sebagai sebuah konsep, sekaligus sebagai sebuah program, kurikulum berbasis kompetensi memiliki ciri-ciri, antara lain :
a. Menekan kepada ketercapaian kompeensi siswa baik secara incovisual maupun secara klasikal
b. Berorientasi pada keberagaman
c. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan menode yang bervariasi.
d. Sumber belajar bukan hanya guru tetapi sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur deduktif
e. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan suatu kompetensi
2. Prinsip-Prinsip UmumPembelajaran 
Pembelajaran di bangun atas dasar prinsip-prinsip yang diambil dari teori psikologi,terutama teori belajar dan hasil-hasil penelitian dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Filbeck (dalam Suparman, 2001), ada dua belas macam prisip-prinsip  yang digunakan dalam pembelajaran antara lain :
1. Respon yang berakibat menyenangkan siswa
2. Kondisi atau tanda untuk menciptakan perilaku tertentu
3. Pemberian akibat yang menyenangkan 
4. Tranfer pada situasi lain
5. Generalisasi dan perbedaan 
6. Pengaruh setatus mental terhadap perhatian dan ketekunan 
7. Membagi kegiatan kedalam langkah-langkah kecil
8. Pemodelan bagi materi yang kompleks
9. Keterampilan tingkattinggi terbentuk dan keterampilan-keterampilan dasar.
10. Pemberian informasi tentang perkembangan  kemampuan siswa
11. Variasi dalam kecapatan belajar
12. Persiapan/kesiapan
Salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang berbasis kompetensi dasar adalah  menempatkan siswa sebagai subyek didik, yakni lebih banyak mengikut sertakan  siswa dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini bertolak dan anggapan bahwa siswa memiliki potensi untuk berpikir sendiri, dan potensi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila mereka diberi kesempatan untuk berpikir sendiri. Oleh karena itu guru tidak boleh  lagi dipandangi sebagai orang paling segalanya, melainkan lebih berperan sebagai fasilitator terjadinya proses belajar pada individu siswa dan siswa tentunya juga harus secara terus menerus berusaha menyempurnakan diri sehingga waktu kewaktu makin meningkat kemampuannya.

C. Pengajaran Remedial
1. Pengertian Pengajaran Remedial 
Diliha dari arti pengajaran remedial  terdiri dari kata pengajaran dan remedial . menurut pengertian kamus, bahwa pengajaran berarti proses , perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan, sedangkan remedia berarti berhubungan dengan perbaikan atau bersifat menyembuhkan. Dengan demikian  pengajaran remedial  adalah bentuk pelajaran yag ditunjukkan untuk membutuhkan atau memperbaiki sebagain atau seluruh atau  seluruhnya kesulitan belajar yang dihadapi siswa.
Senada dengan hal tersebut, pelajaran remedial  dapat diartikan  sebagai bentuk pelajaran yang bermaksud untuk menyembuhkan, membentuk  atau membuat jadi baik. Pada umumnya proses pengajaran bertujuan agar siswa dapat mencapai  hasil belajar yang lebih baik, jika ternyata hasil yang dicapai tidak memuaskan  artinya siswa masing dipandang belum mencapai belajar / prestasi yang diharapkan.
Proses pengajaran ini sifatnya lebih khusus untuk disesuaikan dengan karakteristik kesulitan belajar yang dihadapi siswa. Proses bantuan lebih ditekankan pada usaha perbaikan cara-cara mengajar, menyesuaikan materi pelajaran, menyembuhkanhambatan-hambatan yang dihadapi. Jadi dalam pengajaran remedial yang disembuhkan , diperbaiki, dibetulkan adalah keseluruahan proses belajar mengjar yang  meliputi cara belajar dan lingkungan turut mempengaruhi proses belajar mengajar. Dengan pengajaaran remedial siswa yang mengalami kesulitan belajar diharapkan dapat mencapai hasil yang diharapkan  sesuai dengan kompetensinya. 
2. Tujuan dan Fungsi Pengajaran Remedial 
Secara umum tujuan dilaksanakan program remedial yaitu agar siswa yang dilakukan remedial dapat mencapai prestasi belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara khusus program remedial bertujuan agar siswa yang tingkat prestasinya belum mencapai standar maka dengan proses penyembuhan  atau perbaikan baik dari segi kepribadian atau segi belajar mengajar dapat teratasi sesuai dengan harapan. 
Secara terperinci tujuan dan fungsi pengajaran remedial mata pelajaran metematika ialah agar siswa :
a. Memahami dirinya, khususnya yang menyangkut prestasi belajar, yang meliputi tiga kemampuan, yaitu : sikap, keterampilan dan pengetahuaanya.
b. Dapat mengubah atau memperbaiki cara-cara belajar kearah yang lebih baik sesuai dengan kendala yang dihadapi 
c. Dapat memilih materi dan fasilitas belajar secara tepat
d. Dapat mengatasi hambatan-hambatan yang menjadi latar belakang kesulitannya.
e. Dapat mengembangkan sikap-sikap dan kebiasaan yang baru, yang dapat mendorong tercapainya tingkat prestasi belajar yang lebih baik
f. Dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yang diharapkan




D. Prestasi Belajar
Pada bagian ini membahas mengenai prestasi belajar dan pengertian prestasi
1. Prestasi
Prestasi merupakan kata yang berdiri sendiri yang berarti produksi yang dicapai oleh tenaga atau daya kerja seseorang dalam kurun waktu tertentu (Ensiklopedia, 1971). Sedangkan Woodword (1951), mengatakan bahwa prestasi atau Achiviment adalah “actual ability and can be measured direcly by use of tes”. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa prestasi itu menunjukkan suatu kemampuan aktual yang dapat diukur secara langsung dengan menggunakan tes. 
Dari dua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi merupakan hasil kerja seseorang yang dapat dilihat secara nyata oleh orang lain, dan hasil kerjanya tersebut dapat diukur secara langsung dengan tes.
2. Prestasi Belajar
Belajar pada hakekatnya adalah suatu aktifitas yang mengharapkan perubahan tingkah laku (behavioral change), pada individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut terjadi karena usaha individu yang bersangkutan. Belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti bahan yang dipelajari, faktor instrumental,  lingkungan dan kondisi individual si pelajar. Faktor-fakltor tersebut diatur sedemikian rupa agar mempunyai pengaruh yang membantu tercapainya kompetensi secara optimal.
Proses belajar yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajarn merupakan proses yang komplek dan senantiasa berlangsung dalam berbagai situasi dan kondisi. Masukan untuk sistim pendidikan atau sistim belajar terdiri dan orang, informasi dan sumber lainya. Keluaran terdiri dan orang atau siswa dengan penampilan yang lebih maju dlam berbagai aspek, sedangkan diantara masukan dan keluaran terdapat “black box” yang berupa proses belajar atau pendidikan (Percival & Ellington dalani Mukminan, 2004).
Pada dasarnya,  belajar merupakan kebutuhan bagi setiap orang. Dengan belajar, maka pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, nilai, sikap, tingkah laku, dan semua perbuatan manusia terbentuk, disesuai kan dan dikembangkan. Dari berbagai pandangan para ahli yang mencoba memberikan devinisi belajar dapat diambil sebagai kesimpulan bahwa belajar selalu melibatkan tiga hal pokok yaitu ; adanya perubahan tingkah laku, sifat perubahannya relatif permanen serta perubahan tersebut disebabkan oleh interaksi dengan lingkungan, bukan oleh proses kedewasaaan atau perubahan-perubahan kondisi fisik yang sifatnya sementara.  Oleh karena itu pada prinsipnya belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dan interaksi antara siswa dengan sumber-sumber / objek belajar, baik yang secara sengaja dirancang (By desing) maupun yang tidak secara sengaja dirancang namun dimanfaatkan (By Untylization).  Proses belajar tidak hanya dirancang karena interaksi antara siswa dengan guru. Hasil  belajar yang maksimal dapat pula diperoleh lewat interaksi antara siswa dengan sumber-sumber belajar lainnya, contohnya perpustakaan sekolah. 
Belajar akan lebih mudah dirasakan apabila dapat segera melihat hasilnya. Jika belajar berarti proses terjadinya perubahan-perubahan pada diri individu, maka perubahan-perubahan itu harus dapat diamati dan dinilai. Hasil dari pengamatan dan penelitian inilash umumnya di wujudkan dalam bentuk prestasi belajar. Hasil belajar tersebut dapat diukur dengan menggunakan tes, karena hasil belajar berupa keterampilan intelektual, strategi kognitif, informal verbal, keterampilan motorik, serta nilai dan sikap ( Gagne dan Badawi, 1987). Sedangkan Bloom ( 1956 ), mengatakan bahwa prestasi belajae sebagai perubahan tinkah laku yang meliputi ranah kognitif, afektif, psikomotor. 
Dari pendapat tersebut menunjukkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dan proses belajar yang diukur dengan menggunakan tes yang di wujudkan dalam bentuk angka, huruf atau simbul lain yang diperoleh dari kegiatan belajar setelah diukur dengan tes.  Hal ini senada dengan pendapat Suparlan ( 1986 ) yang mengatakan bahwa, prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai dalam proses belajar dengan mempelajari dari berbagai bidang yang hasilnya berupa angka ataau simbul lain. 
Pendapat lain yang berkaitan dengan prestasi belajar dikemukakan oleh Poerwodarminto ( 1966 ), anatara lain mengatakan bahwa prestasi belajar adalah segala pekerjaan yang berhasil dan prestasi itu menunjukkan kecakapan manusia yang telah di capai.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil kecakapan dan proses perubahan tingkah laku dalam bentuk ranah kognitif, afektif dan psikomotor yang telah dicapai dalam bidang tertentu melalui proses belajar yang pada umumnya diwujudkan dalam bentuk angka, huruf atau simbul lain. 

H. RENCANA DAN PROSEDUR  PENELITIAN 
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Dan jenis Penelitan 
Penelitian tindakan (action research), tujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau ditempat lainnya
Penelitian tindakan adalah pengkajian terhadap permasalahan dengan ruang lingkup yang tidak terlalu luas  yang berkaitan sesuatu perilaku seseorang atau sekelompok orang tertentu disuatu lokasi tertentu, disertai dengan penelaahan yang terdiri terhadap suatu perlakuan tertentu dan mengkaji sampai sejauh mana dapak perlakuan itu terhadap perilaku yang sedang diteliti. Pengkajian itu dilakukan dalam rangka mengubah, meperbaiki, dan atau meningkatkan umum perilaku itu, atau menghilangkan aspek negatif dari perilaku yang sedang diteliti itu penelitian tindakan merupakan pangkajian terhadap permasalahan praktis yang bersifat situasional dan kontekstual, yang ditunjukkan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang dihadapi atau memperbaiki sesuatu,  dan pada umumnya dilaksanakan secara kolaboratif antar peneliti dan subyek yang diteliti, melalui prosedur penilaian diri. 
Karena penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelaahan atau inkuiri  melalui refleksi diri yang dilakukan oleh peserta kegiatan pendidikan tertentu (misalnya guru, siswa dan atau kepala sekolah) dalam situasi sosial termasuk pendidikan untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran serta keabsahan. Oleh sebab itu pendekatan yag paling cocok digunakan dalam penelitian tindakan adalah pendekatan naturalistik. 
Pendekatan naturalistitk adalah pendekatan penelitian yang dalam menjawab pertanyaan, memerlukan pemahaman secara mendalam dan menyeluruh dalam konteks waktu dan situasi yang bersangkutan.
Pendekatan naturalistik memandang kenyataan sebagai suatu yang berdimensi jamak, utuh dan merupakan kesatuan serta open-anded. Karena itu, tidak mungkin disusun rancangan penelitian yang terinci dan fixset sebelumnya rancangan penelitian berkembang selama proses penelitian berlangsung. 
Menurut Sugiono (1997), proses penelitian naturalistik bersifat sikles, bukan linier seperti dalam penelitian kwantitatif oleh karena bersifat siklus, maka penelitian dilakukan secara berulang-ulang. jumlah periode pengulangan tergantung pada tingkat kedalaman dan ketelitian yang dikehendaki, yang akhirnya penelitian akan makin terfokus pada masalah yang sebenarnya terjadi pada objek /subyek penelitian. Peneliti dan objek yang diteliti saling berinteraksi yang proses penelitiannya dilakukan dari luar maupun dari dalam dengan banyak melibatkan Judegement. Dalam pelaksanaannya, peneliti sekaligus berfungsi sebgai alat penelitian yang tentunya tidak bisa melepaskan diri sepenuhnya dari unsur subjektifitas.  Dengan kata lain, dalam penelitian ini tidak ada alat penelitian baku yang telah disiapkan sebelumnya. Pendekatan naturalistik sering juga disebut sebagai pendekatan kualitatif, seperti dikatakan oleh Guga & Wolf bahwa penelitian kualitatif sering disebut naturalistik karena peneliti menyelidiki peristiwa-peristiwa sebagaimana terjadi secara alamiah. Data dikumpulkan oleh orang-orang yang berprilaku wajar, berbicara, berkunjung, melihat dan sebagainya. 
Hasil penelitian lebih merupakan diskripsi interprestasi yang bersifat tentatif dlam konteks waktu ataupun situasi tertentu. Kebenaran hasil penelitan lebih banyak didukung kepercayaan (Trustworthness) berdasarkan konfirmasi hasil oleh pihak-pihak yang diteliti. 

B. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti dilapangan bertindak sebagai pengamat pastisipan, yang tergolong partisipasi artinya keikut sertaan peneliti atau kehadiran dalam setting ikut serta dalam situasi kegiatan sekaligus sebagai pengamat (observer). Hal ini dimungkinkan karena dalam penelitian tindakan kelas peneliti selain sebagai pengamat juga sebagai guru kelas yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas
Kehadiran peneliti sekaligus sebagai subjek penelitian sejak kelas tersebut digunakan  sebagai seting penelitian,  yaitu dimulai bulan juli sampai dengan bulan desember 2010. Pengambilan data dilakukan 2 kali dalam satu minggu, sesuai dengan jadwal pelajaran matematika yaitu pada hari senin dan rabu. 

C. Lokasi Penelitian 
Lokasi penelitian berada di SD Negri 1 Bumo. Bangunan SD 1 Bumo, memiliki enam ruang kelas belajar, satu ruang kantor guru dan Kepala sekolah dan satu lokasi kamar mandi dan WC. 
Kelas yang digunakan sebagai latar penelitian adalah kelas empat dengan jumlah 25 siswa, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Mata pelajaran yang digunakan sebagai objek penelitian adalah mata pelajaran matematika kelas IV SD semester 1.

D. Sumber Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data yang sesuai dengan fokus  penlitian , yaitu pengaruh program remedial  mata pelajaran matematika terhadap peningkatan prestasi belajar  siswa kelas IV SD Negeri  1 Bumo. Jenis data dalam penelitian  ini dibedakan menjadi dua macam yaitu ucapan lisan dari para siswa  dan guru kelas IV SD Negeri  1 Bumo, sedangkan data sekunder berupa dokumen siswa, seperti daftar nilai, buku rapor dan sebagainya.
Sumber data utama dari penelitian ini adalah hasil tes dari para siswa kelas IV SD Negeri  1 Bumo serta data yang lainnya, misalnya guru kelas,  kepala sekolah dan lain-lain.

E. Prosedur Pengumpulan Data
Untuk mendapat data-data yang diperlukan, penelitian ini menggunakan cara sebagai berikut ; 1) libary research, yaitu pengumpulan data melalui perpustakaan,  2) field research yaitu mencari data dari tempat panel item (penelitian lapangan). Dalam pengumpulan data digunakan cara sebagai berikut :
1. Wawancara 
Wawan cara adalah tanya jawab lisan dengan maksud untuk di publikasikan. Dalam pengumpulan data ini dieroleh dengan mengadakan wawancara secara langsung, terbuka dan tidak terstruktur. Terhadap guru mata pelajaran matematika yang mengajar kelas IV.
2. Kuesioner   
Kuesioner adalah penyelidikan suatu masalah  yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak) dilakukan dengan mendengarkan, daftar pertanyaan yang diajukan secara tertulis kepada sejumlah subyek  untuk mendapat jawaban atau tanggapan (respon) tertulis sepenuhnya.
Daftar pertanyaan yang tersusun diajukan kepada siswa kelas IV SD Negeri  1 Bumo yang mengikuti program remedial. Kuesioner yang dipakai sudah disediakan jawaban sehingga responden tinggal memilih keinginannya/kepentingan tentang dirinnya.
3. Dokumen
Dokumen berarti catatan-catatan penting bukti tertulis atau suatu kejadian. Dengan teknik dokumen ini data yang diperlukan adalah :
a. Data tentang keadaan dan jumlah siswa kelas IV SD Negeri  1 Bumo yang mengikuti program remedial. Data ini dapat diperoleh dari guru mata pelajaran matematika / guru kelas yang mengajar           dikelas IV
b. Data tentang dokumen kelas IV SD Negeri  1 Bumo yang prestasi belajarnya dalam berhitung  matematika dibawah 6. Nilai ini dapat diperoleh dari hasil ulangan  harian semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010.

F. Rencana Penelitian
1. Prosedur penelitian 
Penelitian ini direncanakan sebagai berikut. Pada tahap awal (pra siklus), siswa diberikakn beberapa pertanyaan ( pra pengetahuan) yang berhubungan dengan bilangan  pecahan sesuai dengan pokok bahasan matematika kelas IV semester 1. Pada siklus I siswa diminta untuk mempelajari pokok bahasan  bilangan pecahan dai buku paket atau referensi lain  yang ada dan guru memberikan penjelasan  dan menggunakan media  pembelajaran yang sesuai. Pada siklus II siswa yang tidak diberi penjelasan  apa-apa oleh guru tentang bilangan pecahan dengan (tanpa remedial) pada siklus II siswa diberi program remedial yang berkaitan dengan pembelajaran matematika dalam hal ni bilangan pecahan :

Gambar 3.1 Prosedur penelitian

2. Siklus Penelitian 
Jumlah siklus penelitian adalah 3 siklus. Alasan digunakan tiga siklus adalah setiap siklus memiliki karakteristik tersendiri. Waktuyang digunakan dalam siklus I, II dan III adalah tahap bertahap dan antar siklus  saling berkaitan untuk memperoleh data. Tahapan-tahapan ini dilakukan untuk sekaligus  merefleksi tindkan yang telah  / pernah dilakukan, kemudian mencari  titik-titik usaha peningkatan dengan berbagai teknik dan cara sehingga mencapai hasil optimal yang diharapkan.
Pada pokok bahasan bilangan khususnya bilangan pecahan memang terdapat kesulitan  bagi siswa kelas IV yang pertama kali dikenalkan adalah. Disinilah peran guru sangat penting untuk mencari teknik dan metode pembelajaran  agar siswa mudah memahami, sehingga sekaligus menyenangi mata pelajaran matematika khususnya bilangan pecahan.
G. Instrumen Penelitian 
Intrumen yang digunakan untuk meneliti adalah penilaian yang dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh guru. Bentuk tes yang digunakan adalah uraian tes objektif. Penskoran dilakukan secara analitik, yaitu setip langkah perngerjaan diberi skor. Penskoran juga bersifat hierarkhis, sesuai dengan langkah-langkh pengerjaan soal
Kriteria penilaian pada tiap-tiap siklus  penelitian sekaligus berfungsi sebagai rambu-rambu refleksi, da idnikator tingkat keberhasilan siswa . adapun kriteria tersebut ditentukan sebagai berikut :
1. Nilai 86 – 100 = A (baik Sekali)
2. Nilai 70 – 85  = B (Baik)
3. Nilai 60 – 67 = C (cukup)
4. Nilai 50 – 59 = D ( kurang )
5. Nilai 0 – 49 = E (kurang Sekali)
Berdasarkan pedoman penilaian KBK yaitu menggunakan penilaian acuan kriteria , maka kriteria ketuntasan belajar siswa ditentukan oleh guru. Siswa telah tuntas pada setiap setandar kompetensi matematika jika telah mencapai nilai lebih besar atau sama dengan 60,0. Tingkat kebehsilan  atau ketuntasan secara klasikal sekurang-kurangnya  85% siswa telah mencapai nilai ketuntasan yang ditetapkan.  

H. Analisis Data
Analisis data adalah proses menyusun, mengkategorikan data, mecari pola atau tema, dengan maksud untuk memahami maknanya (Nasution).
Menurut Bogdan & Bikien (1992) analisis data merupakan proses mencari dan megatur secara sistematis  transkip wawancara, catatan lapangan dan bahan – bahan lain yang telah dihimpun oleh peneliti, untuk menambah pemahaman peneliti sendiri mengenai bahan-bahan itu semua dan untuk memungkikan peneliti melaporkan apa yang ditemukan oleh pihak-pihak lain.  Menurut Bogdan & Bikien pekerjaan analisi meliputi  kegiatan mengerjakan data, menata, membagi dan menjadi satuan-satuan yang dapat dikelola, mensistensikannya, mencari pola, menemukan apa yang penting dan apa yang akan peneliti laporkan.
Proses analisis data pada penelitian ini, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Dari pengumpulan data dilapangan  yang dimulai Januari 2005 dianggap cukup maka seluruh data dibaca berulang-ulang, kemudian di identifikasi  dan dikelompokkan siswa yang sudah tuntas dan yang tidak tuntas belajarnnya.
2. Setiap kategori data yang didapatkan, selanjutnyadi deskripsikan dalam laporan  penelitian yang terangkum dalam temuan penelitian,kemudian hasil rangkuman dibahas dengan membandingkan  dengan teori yang ada. Peneliti juga memberikan komentar – komentar bahkan saran-saran terhadap penentuan sikap terbaik dalam bentuk pemecahan maslah  yang dapat digunakan sebagai wacana atau langsung dilakukan jika memungkinkan temuan kasus-kasus dikelas IV  SDN 1 Bumo..

I. JADWAL PENELITIAN 
Jadwal Kegiatan Penelitian Tindakan 
No Kegiatan Bulan
7 8 9 10 11 12
1 Persiapan / Penyusunan Proposal X X
2 Pelaksanaan Siklus I X X
3 Pelaksanaan Siklus II X X
4 Pelaksanaan Siklus III X X
5 Penyususnan Laporan Hasil  Penelitian X X
6 Pengamatan dan Pengiriman Hasil X

J. BIAYA PENELITIAN 
1. Anggaran Dana Penelitian 
I. Biaya Persiapan 
a. Pembuatan Proposal 
( Konsumsi, ATK, Foto Copy ) Rp.  100.000,00
b. Transpor rapat penentuan judul
2 Orang @ Rp. 10.000,00 Rp.    20.000,00   
c. Konsumsi rapat Rp.    20.000,00  +
JUMLAH Rp.  140.000,00

II. Biaya Operasional 
Perincian berlaku untuk setiap siklus
1. Perencanaan Tindakan 
a. Observasi awal 
Transport 2 peneliti @ Rp. 10.000,00 Rp.   20.000,00
Penyediaan alat observasi Rp.   15.000,00

b. Pembuatan alat penelitian / media
Transport 2 peneliti @ Rp. 10.000,00 Rp.   50.000,00
Biaya pembuatan alat media  Rp.   15.000,00  +
Pembelajaran 
JUMLAH Rp.  110.000,00

2. Biaya implementasi tindakan ( 2 x tindakan dalam satu siklus) honor guru 1 orang Rp. 15.000,00 x 2 tindakan  Rp. 300.000,00
3. Biaya Observasi dan Evaluasi tim peneliti
a. Transport dan konsumsi 2 observasi 
Dalam  2 x tindakan @ Rp. 15.000,00 Rp.   30.000,00
b. Transport analisis data 2 orang dalam 
2 x tindakan @ Rp.  15.000,00 Rp.  75.000,00
4. Biaya analisis dan ferleksi
Transport, konsumsi analisis dan refleksi Rp.   30.000,00
Jumlah biaya pelaksanaan 1 siklus Rp. 250.000,00  +
Jumlah biaya operasional 3 x siklus Rp. 560.000,00

III. Penyusunan Laporan Hasil Penelitian 
1. Penyusunan konsep laporan 5 orang x 2 hari Rp.    75.000,00
2. Penyusunan bahan Seminar Rp.  100.000,00
3. Penyelenggaraan Seminar 25
 orang  x Rp . 10.000 Rp   250.000,00  +
JUMLAH Rp.  425.000,00

IV. Pengadaan dan pengiriman laporan akhir
1. Pengadaan laporan dan ATK Rp.   150.000,00
2. Pengiriman hasil penelitian Rp.     50.000,00  +
JUMLAH Rp.   200.000,00


V. Biaya lain-lain
Jumlah seluruh biaya penelitian 
I.   Persiapan Rp.     140.000,00
II.   Biaya Operasional  3 siklus Rp.     590.000,00
III. Penyusunan Laporan Rp.     425.000,00
IV. Pengadaan / Pengiriman laporan Rp.     200.000,00
V. Lain-lain Rp.     250.000,00  +
TOTAL JUMLAH BIAYA Rp.  1.400.000,00

K. PERSONALIA PENELITIAN 
1. Identitas peneliti
Nama : ANIS SETYORINI
NIM : 815 600 239
Jabatan : Sukwan Guru SD
Pendidikan : Sedang menempuh S 1 PGSD UT 
   UPBJJ Jember Pokjar Purwoharjo 
   Semester VI
Instansi Kerja : SDN 1 BUMO
Jabatan dalam Penelitian : Peneliti 


2. Identitas peneliti
Nama : ISWATUL HASANAH
NIM : 815 695 891
Pendidikan : Sedang menempuh S 1 PGSD UT 
   UPBJJ Jember Pokjar Purwoharjo 
   Semester VI
Instansi Kerja : Teman Sejawat



L. DAFTAR PUSTAKA

Ali, S. 1982, Pengembangan Kurikulum Teori Model, surabaya: Usaha Nasional 
Mukminan. 2004. Pedoman Khusus Pembelajaran Tuntas. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dirjen Dikdasmen. Jakarta
Moeseno, D & Sujono, 1993. Matematika Berhitung. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dirjen Dikdasmen. Jakarta
Nasution, S. 1998, Metodologi Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung. Tarsito
Sahertian, P.A. 2000. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan , dalam Rangka Pengemabgan Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT RINEKA CIPTA
Universitas Negeri Malang (UM), 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Skripsi, Tesis, Disertasi, Makalah dan Laporan Penelitian. Malang: Penerbit Universitas Malang

M. LAMPIRAN-LAMPIRAN 

SOAL-SOAL REMEDIAL 

1. Isilah titik-titik pada soal berikut dengan nama bilangan yang sesuai 
a. Nama dan bilangan 0,27 adalah .....................................
b. Nama dan bilangan 0,9 adalah .....................................
c. Nama dan bilangan 0,030 adalah .....................................
d. Nama dan bilangan 0,205 adalah .....................................
e. Nama dan bilangan 0,856 adalah .....................................

2. Isilah titik-titik berikut dengan lambang pecahan desimal !
a. ½ = ........................................   
b. 4/5 =.......................................
c. 17/40 = .......................................
d. 169 / 200 = .......................................
e. 3 / 1000 = .......................................
f. 350 / 500 = .......................................
3. Isilah titik-titik dengan lambang pecahan biasa
a. 0,7 = ...........................................
b. 0,28 = ...........................................
c. 0,712 = ...........................................
d. 0,050 = ...........................................
e. 0,700 = ...........................................
f. 0,999 = ...........................................


Download File
Nama File Download
Cover                                                            Klik Disini
File Proposal  PTKKlik Disini

0 Response to "Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Program Remedialsiswa Kelas IV SDN 1 Bumo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel