Upaya Meningkatakan Prestasi Belajar Pkn Melalui Metode Pembelajaran Model Jigsaw Pada Siswa Kelas IV Sdn 2 Purwoharjo
November 07, 2018
Add Comment
Upaya Meningkatakan Prestasi Belajar Pkn Melalui Metode Pembelajaran Model Jigsaw Pada Siswa Kelas IV Sdn 2 Purwoharjo
![]() |
| Upaya Meningkatakan Prestasi Belajar Pkn Melalui Metode Pembelajaran Model Jigsaw Pada Siswa Kelas IV Sdn 2 Purwoharjo |
PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
( P T K )
UPAYA MENINGKATAKAN PRESTASI BELAJAR PKN MELALUI METODE PEMBELAJARAN MODEL JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SDN 2 PURWOHARJO
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
Diajukan
Guna memenuhi salah satu tugas dalam mengikuti dan menyelesaikan
mata kuliah IDIK 4306 / Metode Penelitian
Disusun Oleh :
Anis xx
NIM. xx
PROGRAM S1 PGSD – UT UPBJJ JEMBER
POKJAR PURWOHARJO
TAHUN 20xx
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nikmat, karunia, taufik, hidayah dan inayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan proposal penelitian ini tepat pada waktunya.
Penyusunan proposal ini saya ajukan guna memenuhi salah satu tugas dalam mengikuti dan menyelesaikan mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas pada Universitas Terbuka UPBJJ Jember Pokjar Kecamatan Purwoharjo Program S 1 PGSD Guru Kelas.
Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Tutor Pembimbing yang telah mencurahkan pikiran dan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan dan petunjuk kepada saya dalam rangka penyusunan proposal ini.akhir kata orang bijak mengatakan “ TAK ADA GADING YANG TAK RETAK”, begitu pula halnya dengan proposal yang saya susun ini keberadaannya masih jauh dari kesempurnaan. Oleh sebab itu saran kritik dan masukan yang bersifat membangun demi sempurnanya proposal ini sangat saya harapkan.
Penulis,
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
A. JUDUL PENELITIAN 1
B. BIDANG KAJIAN 1
C. PENDAHULUAN 1
D. PERUMUSAN DAN PERENCANAAN MASALAH 3
E. TUJUAN PENELITIAN 3
F. MANFAAT HASIL PENELITIAN 3
G. KAJIAN PUSTAKA 4
H. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN 11
I. JADWAL PENELITIAN 17
J. BIAYA PENELITIAN 18
K. PERSONALIA PENELITIAN 20
L. DAFTAR PUSTAKA 21
M. LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. JUDUL PENELITIAN
Upaya Meningkatakan Prestasi Belajar PKn Melalui Metode Pembelajaran Model Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SDN 2 PurwoharjoTahun Pelajaran 2010/2011.
B. BIDANG KAJIAN
Strategi Pembelajaran
C. PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan sehari-hari siswa.
PKn di tingkat SD bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan dalam memaHak asasi manusiai dan menghayati nilai Pancasila dalam rangka pembentukan sikap dan perilaku sebagai pribadi, anggota msyarakat, sdan warga negara yang bertanggung jawab serta memberi bekal kemampuan untuk mengikuti pendidikan pada jernjang pendidikan selanjutnya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sarana dan prasarana apenunjang, seperti kurikulum, guru pengajar maupun metode pengajaran,
Titik sentral yang harus dicapai setiap kegiatan beljar mengajar adalah tercapainya tujuan pengajaran. Apapun yang ternasuk petrangkat priogram pengajaran dituntut secara mutlak untuk menunjang tercapainya tujuan. Guru tidak dibenarkan mengajar dengan kemalasan. Anak didikpun diwajibkan mempunyai kreativitas yang tinggi dalam belajar, bukan selalu menanti perintah guru. Kedua unsur manusiawi ini juga beraktivitas tidak lain karena ingin mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Salah satu kegiatan yang harus guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan menentukan metode yang bagimana yang akan dipilih untuk mencapai tujuan pengajaran. Pemilihan dan penentuan metode ini didasari adanya metode-metode tertentu yang tidak bisa dipakai untuk mencapai tujuan tertentu.
PKn sebagai salah satu bidang studi yang diberikan di sekolah-sekolah umum maupun madrasah-madrasah mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tingi memiliki nilai-nilai histories yang tidak terdapat pada bidang studi lainnya. Karena PKn sebagai suatu bidang studi memiliki dasar konstitusional yaitu UUD 1945 dan ketetapan MPR No.II/MPR/1993.
Perjalanan yang berliku-0liku dan penuh tantangan semenjak proses terbentuknya sampai pada keadaan sekarang yang menghantarkan PKn sebagai bahan kajian yang sangat menarik. Apalagi akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang meragukan eksistensi PKn karena banyaknya penyelewengan dan pengkhianatan Pancasila. Sehingga pembangunan manusia seutuhnya menjadi terHak asasi manusiabat. Dan ada pula yang mempertanyakan keberhasilan pengajaran PKn terhadap moral pelajar khususnya dan masyarakat luasa pada umumnya.
Bahkan ada sebagian orang yang megusulkan agar PKn tidak diajarkan lagi sebagai salah satu dari komponen pendidikan. Ironisnya hal ini dilontarkan pada saat bangsa Indonesia sedang giat-giatnya melaksanakan Pembangunan Nasional di segala bidang.
Dengan memperhatikan gejala-gejala tersebut di atas, maka timbul pernyataan dalam benak penulis, sejauhmanakah keberhasilan pengajaran PKn selama ini? Padahal sering digembar-gemborkan sebagai bangsa Indonesia kita harus atau wajib mengamalkan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara. Tetapi kenyataannya masih banyak terdapat penyimpangan-penyimpangan dan pengkianatan terhadap nilai-nilai luhir yang terkandung dalam Pancasila bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, diantaranya faktor tersebut adalah strategi pembelajaran yang kurang mengena terhadap pembelajaran PKn dalam meningkatkan pemaHak asasi manusiaan siswa terhadap pebelajaran PKn.
Dengan menyadari gejala-gejala atau kenyataan tersebut di atas, maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Upaya Meningkatakan Prestasi Belajar PKn Melalui Metode Pembelajaran Model Jigsaw pada siswa Kelas IV SDN 2 PurwoharjoTahun Pelajaran 2010/2011
D. PERUMUSAN DAN PERENCANAAN MASALAH
Bertitik tolak dari latar belakang di atas maka penulis merumuskan permasalahannya sebagai berikut:
1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar PKn dengan diterapkannya pembelajaran konstektual model pengajaran Model Jigsaw pada siswa IV SDN 2 PurwoharjoTahun Pelajaran 2010/2011?
2. Bagaimanakah pengaruh pembelajaran kontekstual model pengajaran Model Jigsaw terhadap motifasi belajar PKn pada siswa kelas IV SDN 2 PurwoharjoTahun Pelajaran 2010/2011?
E. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui peningkatan prestasi belajar PKn setelah diterapkannya pembelajaran konstektual model pengajaran Model Jigsaw pada siswa kelas IV SDN 2 PurwoharjoTahun Pelajaran 2010/2011 ?
2. Mengetahui pengaruh motivasi belajar PKn setelah diterapkan pembelajaran konstektual model pengajaran Model Jigsaw pada siswa kelas IV SDN 2 PurwoharjoTahun Pelajaran 2010/2011 ?
3. Menyempurnakan pembelajaran PKn dalam meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas IV SDN 2 PurwoharjoTahun Pelajaran 2010/2011 ?
F. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Adapun maksud penulis mengadakan penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai:
1. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru PKn dalam meningkatkan pemaHak asasi manusiaan siswa belajar PKn.
2. Sumbangan pemikiran bagi guru PKn dalam mengajar dan meningkatkan pemaHak asasi manusiaan siswa belajar PKn.
3. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi siswa.
4. Sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran PKn.
5. Menerapkan metode yang tepat sesuai dengan materi pelajaran PKn.
G. KAJIAN PUSTAKA
KAJIAN PUSTAKA
A. Definisi Pembelajaran
Pembelajaran adalah proses, cara, menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman (KBBI, 1996:14).
Sependapat dengan pernyataan tersebut, Sutomo (1993:68), mengemukakan bahwa belajar adalah proses pengelolaan lingkungan seseorang dengan sengaja dilakukan sehingga memungkinkan dia belajar untuk melakukan atau mempertunjukkan tingkah laku tertentu pula. Sedangkan belajar adalah suatu proses pertumbuhan yang bersifat fisik, tetapi perubahan dalam kebiasaan , kecakapan, bertambah pengetahuan, berkembang daya pikir, sikap dan lain-lain (Soetomo, 1993:120).
Pasal 1 Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Jadi, pembelajaran adalah proses yang disengaja yang menyebabkan siswa belajar pada suatu lingkungan belajar untuk melakaukan kegiatan pada situasi tertentu.
B. Motivasi Belajar
1. Konsep Motivasi
Pengertian tradisional menitik beratkan pada metode imposisi, yakni pengajaran dengan cara menuangkan hal-hal yang dianggap penting oleh guru bagi murid (Hak asasi manusiaalik, Oemar: 2001: 157). Cara ini tidak mempertimbangkan apakah bahan pelajaran yang diberikan itu sesuai atau tidak dengan kesanggupan, kebutuhan, minat, dan tingkat kesanggupan, serta pemaHak asasi manusiaan murid. Tidak pula diperhatikan apakah bahan-bahan yang diberikan itu didasarkan atas motif-motif dan tujuan yang ada pada murid.
Sejak adanya penemuan-penemuan baru dalam bidang psikologi tentang kepribadian dan tingkahlaku manusia, serta perkembangan dalam bidang ilmu pendidikan maka pandangan tersebut kemudin berubah. Faktor siswa didik justru menjadi unsur yang menentukan berhasil atau tidaknya pengajaran berdasarkan “Pusat minat” anak makan, pakaian, permainan/bekeraja. Kemudian menyusul tokoh pendidikan lainnya, seperti Dr. John Dewey, yang terkenal dengan “pengajaran proyeknya”, yang berdasarkan pada masalahyang menarik minat siswa, system persekolahan lainnya. Sehingga sejak itu pula para ahli berpendapat, bahwa tingkah laku manusia didorong oleh motif-motif tertentu, dan perbuatan belajar akan berhasil apabila didasarkan pada motivasi yang aa pada murid. Murid dapat dipaksa untuk mengikuti semua perbuatan, tetapi ia tidak dapat dipaksa untuk menghayati perbuatan itu sebagaimana mestinya. Seekor kuda dapat digiring ke sungai tetapi tidak dapat dipaksa untuk minum. Demikian pula halnya dengan murid, guru dapat memaksakan bahan pelajaran kepaa mereka, akan tetapi guru tidak mungkin dapat memaksanya untuk belajar dalam arti sesungguhnya. Inilah yang menjadi tugas paling berat yakni bagaimana caranya berusaha aga murid mau belajar, dan memiliki keinginan untuk belajar secara kontinyu.
2. Pengertian Motivasi
Motif adalah daya daolam diri seseorang yang mendoronbgnya untuk melakukian sesuatu, atau keadaan seorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku untuk memenuhi kebuuhan dan mencapai tujuan., atau keadaan dan kesiapan dalam arti individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (USDn, 2000: 28).
Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasai dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini sesui dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang bermotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu dapat menyerap dan mengendapkan materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai ujuan tertentu.
3. Macam-macam Motivasi
Menurut jenisnya, motivasi dibedakan menjadi sua, yaitu :
a. Motivasi Intinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain, sehingga dalam kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu untuk belajar (USDn, 2000: 29).
Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115), motivasi intrinsic adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu irangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sedah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
Menurut Winata (dalam Erriniati, 1994: 105) ada beberapa strategi dalam mengajar untuk mnembangun motivasi intrinsic, strategi tersebut adalah sebagai berikut :L
1) Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa.
2) Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok.
3) Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan su,mber belajar di sekolah.
4) Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mnotivasi intrinsic adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang fungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Seseorang yang memiliki motivasi inrinsik dala dirinya, maka secara sadar akan melakukan sesuatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.
b. Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbut sebagai akibat pengaruh dari luar individu,n apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu ata belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya. (USDn, 2000: 29).
Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117), motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsic. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfunmgsi karena adanya perangsang dari luar.
Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan moivasi instrinsik antara lain :
1) Kompetisi persaingan): Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain.
2) Pace Making (membuat tujuan sementara atau dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyamnpaikan kepada siswa TIK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TIK tersebut.
3) Tujuan yang jelas: Motif medorong individu untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar nilai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakukan sesuatu perbuatan.
4) Kesempunaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas, kesenangan dan kepercayaan teradap diri sendiri, sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian, guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri, tentu saja dengan bimbingan guru.
5) Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar.
6) Mengadakan penelitiaqn atau tes. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti dalam kenyataan bahwa banyak siswa yang tidak belajar bila tiak ada ulangan. Akan tetapi, bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan, barulah siswa giat belajar dan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Jadi, angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa.
Dari uraian di atas diketahui bahwa motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang tibul dari luar individu yang berfungsinya Karen danya perangsang dari luar, misalnya adanya persaingan dari luar, untuk mencapi nilai yang tinggi, dn lain sebgainya.
C. Meningkatkan Motifasi Belajar
Telah disepakati oleh ahli pendidikan bahwa guru merupakan kunci alam proses belajar mengajar. Bila al ini dilihat dari segi nilai lebih yang dimiliki oleh guru dibandingkan dengan siswanya. Nilai lebih ini dimiliki oleh guru terutama dalam ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh guru biang studi pengjarannya. Walau demikian nilai lebih itu tidak akan dapat diandalkan oleh guru, pabila ia tidak memiliki teknik-teknik yang tept untuk mentransferkan kepada siswa. Disamping itu kegiatan mengajar adalah satu aktivitas yang sangan kompleks, karena itu sangat sukar bagi guru PKn bagaimana caranya mengajar dengan baik agr dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar PKn.
Untuk merealisasikan keinginan tersebut, maka aa beberapa prinsip umum yang harus dipegang oleh guru PKn dalam menjalankan tugasnya.
Menurut Prof. Dr. S. Nasution, prinsip-prinsip umum yang hrus dipegang oleh guru PKn dalam menjalankan tugasnya adalah sebagai berikut :
1. Guru yang baik memaHak asasi manusiai dan menghormaati siswa.
2. Guru yang bik harus menghormati bahan pelajaran yang diberikannya.
3. guru hendaknya menyesuikan bahan pelajaran yang diberikan dengan kemampuan siswa.
4. Guru hendaknya menyesuaikan metode pengajar dengan pelajarannya.
5. Guru yang baik mengaktifkan siswa dalam belajar.
6. Guru yang baik memberikan pengertian, bukan hanya dengan kata-kata belaka. Hal ini unmtuk menghindari verbalisme pada murid.
7. Guru menghubungkan pelajaran pada kehidupan siswa.
8. Guru terkait dengan teks book.
9. Guru yang baik tidak hanya mengjar dalam arti menyampaikan pengetahuan, melainkan senantiasa membentuk kepribadian siswanya.
Sehubungan dengan upya meningkatkan motivasi belajar siswa ada dua prinsip yang harus diperhatikan oleh guru sebagaimana yang dikemukakan oleh Thomas F. Suton sebagi berikut :
1. Menyelidiki dengan jelas dan tegas apa yang diharapkan dari pelajaran untuk di pelajari dan mengapa ia diharapkan mempelajarinya.
2. Menciptakan kesadaran yang tinggi pada pelajaran akan pentingnya memiliki skill dan pengetahuan yang akan diberikan oleh program pendidikn itu.
Dari prinsip-prinsip umum di atas, menunjukkan bahwa perann guru PKn dlm mengajar PKn dapat dikatkan sangat dominant, begitu pul dlam meningkatkan motivasi belajar sisw tampaknya guru yng mengetahui akan kemampuan siswa-siswanya baik secr individual maupun secara kelompok, guru mengetahui persoalan-persoalan belajar dan mengajar, guru pula yang mengethui kesulitan-kesulitan siswa teraap pelajaran PKn dn bagaimana cara memecahkannya.
D. Model Jigsaw
Metode ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawannya dari Universitas Texas dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawannya. Melalui metode Jigsaw kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya terdiri dari atau enam siswa dengan karakteristik yang heterogen. Bahan akademik disajikan kepada siswa dalam bentuk teks; dan tiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian dari bahan akademik tersebut. Pada anggota dari berbagai tim yang berbeda memiliki tanggung jawab untuk mempelajari suatu bagian akademik yang sama dan selanjutnya berkumpul untuk saling membantu mengkaji bagian bahan tersebut. Kumpulan siswa semacam itu desebut “kelompok pakar” (expert group). Selanjutnya, para pakar siswa yang berada dalam kelompok pakar kembali ke kelompoknya semula (home teams) untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dalam kelompok pakar. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam “home teams”, para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari. Dalam metode Jigsaw versi Slavin. Individu atau tim yang memperoleh skor tinggi diberi penghargaan oleh guru.
H. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.
Menurut Sukidin dkk. (2002: 54) ada 4 macam bentuk penelitian tindakan, yaitu : (1) Penelitian tindakan guru sebagai peneliti, (2) Penelitian tindakan kolaboratif, (3) Penelitian tindakan simultan terintegratif, dan (4) Penelitian tindakan social eksperimental.
Keempat bentuk penelitian tindakan dio aas, ada persamaan dan perbedaannya. Menurut Oja dan Smulyan sebagaimana dikutip oleh Kasbolah, (2000) (dalam Sukidin dkk. 2002: 55), ciri-ciri dari setiap penelitian tergantung pada : (1) Tujuan utamanya atau pada teknannya, (2) Tingkat kolaborasi antara pelaku peneliti dan peneliti dari luar, (3) Proses yang digunakan dalam melakukan penelitian, dan (4) Hubungan antara proyek dengan sekolah.
Dalam penelitian ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, dimana guru sangat berperan sekali dalam proses penelitian tindakan kelas. Dalambentuk ini, tujuan utama penelitian tindakan kelas ialah untuk meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas. Dalam kegiatan ini, guru terlibat langsung secara penuh dalam proses perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kehadiran pihak lain dalam penelitian ini peranannya tidak dominant dan sangat kecil.
Penelitian ini mengacu pada perbaikan pembelajaran yang berkesinambingan. Kemmis dan Tagart (1988: 14) menyatakan bahwa model penelitian tindakan adalah berbentuk spiral. Tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus meliputi perencanaan atau pelaksanaan observasi dan refleksi. Siklus ini berlanjut dan akan dihentikan jika sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudah cukup.
A. Tempat, Waktu, dan Subek Penelitian
1. Tempat penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian dalam memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di SDN 2 Purwoharjo Tahun Pelajaran 2010/2011
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan. Penelitian ini dilaukan pada buan Juli semester ganjil 2010/2011
3. Subyek penelitian
Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas IV SDN 2 Purwoharjo pada Materi Hak Asasi Manusia .
B. Rancangan Penelitian
Menurut pengertiannya, penelitian tindakan adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi di sekelompok masyarakat atau sasara, dan hasilnya langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan (Arikunto, Suharsimi, 2002: 82). Ciri atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan kolaborasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Penelitian tindakan adalah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan invovatif yang dicoba sambil jalan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya, pihak-pihakyang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat mendukung satu sama lain.
Sedangkan tujuan penelitian tindakan harus memenuhi beberapa prinsip sebagai berikut :
1. Permasalahan atau topik yang dipilih harus memenuhi criteria, yaitu benar-benar nyata dan penting, menarik perhatian dan mampu ditangani serta dalam jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan perubahan.
2. kegiatan penelitian, baik intervensi maupun pengamatan yang dilakukan tidak boleh sampai mengganggu atau mengHak asasi manusiabat keigatan utama.
3. Jenis intervensi yang dicobakan harus efektif dan efisien, artinya terpilih dengan tepat sasaran dan tidak memboroskan waktu, dana dan tenaga.
4. Metodoloi yang digunakan harus jelas, rinci, dan terbuka, setiap langkah dari tindakan dirumuskan secara tegas, sehingga orang yang berminat terhadap penelitian tersebut dapat mengecek setiap hipotesis dan pembuktiannya.
5. Kegiatan penelitian diharapkan dapat merupakan proses kegiatan yang berkelanjtan(on-going), mengingat bahwa pengembangan dan perbaikan terhadap kualitas tindakan memang tidak dapat berhenti, tetapi menjadi tantangan sepanjang waktu. (Arikunto, Suharsimi, 2002: 82-83).
Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari kemmis dan Taggert (dalam Arikunto, Suharsimi, 2002: 83) yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus I dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalah. Siklus spiral dari tahap-tahap penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 3.1. Alur PTK
Penjelasan alur di atas adalah :
1. Rancangan/ rencana awal, sebelum mengadakan penelitian, peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk di dalamnya instrument penelitian dan perangkat pembelajaran.
2. kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemaHak asasi manusiaan konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya pengajaran kontekstual model pengajaran Model Jigsaw .
3. refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat.
4. Rancangan/ rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk melaksanakan pada siklus berikutnya.
Observasi dibagi dalam setiap siklus 1, 2, dan seterusnya, dimana masing siklus dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing putaran. Siklus ini berkelanjutan dan akan dihentikan jika sesai dengan kebutuhan dan dirasa sudah cukup.
C. Alat pengumpul Data
Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes buatan guru yang fungsinya adalah : (1) Untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang dibertikan dalam waktu tertentu; (2) Untuk menentukan apahah suatu tujuan telah tercapai; dan (3) Untuk memperoleh suatu nilai. (Arikunto, Suharsimi, 2002: 149). Sedangkan tujuan dari tes adalah untuk mengetahui ketuntasan belajar secara individual maupun secara klasikal. Disamping itu untuk mengetahui letak kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa sehingga dapat dilihat dimana kelemahannya, khususnya pada bagain mana TPK yang belum tercapai. Untuk memperkuat data yang dikumpulkan, maka jua digunakan metode observasi (pengamatan) yang dilakukan oleh teman sejawat untuk mengetahui dan merekam aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar dan mengajar.
D. Analisis Data
Dalam rangka menyusun dan mengolah data yang terkumpul, sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka digunakan analisis data kuantitif dan pada metode observasi digunakan data kualitatif. Cara perhitungan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1. Merekapitulasi hasil tes.
2. Menghitung jumlah skor yang tercapai dalam prosentasenya untuk masing-masing siswa dengan menggunakan rumus ketuntasan belajar seperti yang terdapat dalam buku petunjuk teknis penilaian, yaitu siswa dikatakan tuntas secara individual jika mendapat nilai minimal 65, sedangkan sklasikal dikataka tuntas belajar, jika jumlah siswa yang tuntas secara individu mencapai 85% yang tela mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%.
3. Menganalisis hasil observasi yang dilakukan oleh teman sejawat pada aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
I. JADWAL PENELITIAN
No Kegiatan Bulan
7 8 9 10 11 12
1 Penyusunan Proposal
2 Pelaksanaan putaran I
3 Pelaksanaan putaran II
4 Pelaksanaan putaran III
5 Penyususnan Laporan Hasil Penelitian
J. BIAYA PENELITIAN
1. Anggaran Dana Penelitian
I. Biaya Persiapan
a. Pembuatan Proposal
( Konsumsi, ATK, Foto Copy ) Rp. 200.000,00
b. Transpor rapat penentuan judul
2 Orang @ Rp. 10.000,00 Rp. 20.000,00
c. Konsumsi rapat Rp. 20.000,00 +
JUMLAH Rp. 140.000,00
II. Biaya Operasional
Perincian berlaku untuk setiap siklus
1. Perencanaan Tindakan
a. Observasi awal
Transport 2 peneliti @ Rp. 10.000,00 Rp. 20.000,00
Penyediaan alat observasi Rp. 15.000,00
b. Pembuatan alat penelitian / media
Transport 2 peneliti @ Rp. 10.000,00 Rp. 50.000,00
Biaya pembuatan alat media Rp. 15.000,00 +
Pembelajaran
JUMLAH Rp. 110.000,00
2. Biaya implementasi tindakan ( 2 x tindakan dalam satu siklus) honor guru 1 orang Rp. 15.000,00 x 2 tindakan Rp. 300.000,00
3. Biaya Observasi dan Evaluasi tim peneliti
a. Transport dan konsumsi 2 observasi
Dalam 2 x tindakan @ Rp. 15.000,00 Rp. 30.000,00
b. Transport analisis data 2 orang dalam
2 x tindakan @ Rp. 15.000,00 Rp. 75.000,00
4. Biaya analisis dan ferleksi
Transport, konsumsi analisis dan refleksi Rp. 30.000,00
Jumlah biaya pelaksanaan 1 siklus Rp. 250.000,00 +
Jumlah biaya operasional 3 x siklus Rp. 560.000,00
III. Penyusunan Laporan Hasil Penelitian
1. Penyusunan konsep laporan 5 orang x 2 hari Rp. 75.000,00
2. Penyusunan bahan Seminar Rp. 200.000,00
3. Penyelenggaraan Seminar 25
orang x Rp . 10.000 Rp 250.000,00 +
JUMLAH Rp. 425.000,00
IV. Pengadaan dan pengiriman laporan akhir
1. Pengadaan laporan dan ATK Rp. 150.000,00
2. Pengiriman hasil penelitian Rp. 50.000,00 +
JUMLAH Rp. 200.000,00
V. Biaya lain-lain
Jumlah seluruh biaya penelitian
A. Persiapan Rp. 140.000,00
II. Biaya Operasional 3 siklus Rp. 590.000,00
III. Penyusunan Laporan Rp. 425.000,00
IV. Pengadaan / Pengiriman laporan Rp. 200.000,00
V. Lain-lain Rp. 250.000,00 +
TOTAL JUMLAH BIAYA Rp. 1.600.000,00
K. PERSONALIA PENELITIAN
Identitas peneliti
Nama : ANIS YULIANSARI
NIM : 815 695 884
Pendidikan : Sedang menempuh S 1 PGSD UT
UPBJJ Jember Pokjar Purwoharjo
Semester VI
Instansi Kerja : SDN 2 PURWOHARJO
Jabatan dalam Penelitian : Peneliti
Identitas peneliti
Nama : ELY ERNAWATI
NIM : 815 694 431
Jabatan : Guru Sukwan
Pendidikan : Sedang menempuh S 1 PGSD UT
UPBJJ Jember Pokjar Purwoharjo
Semester VI
Instansi Kerja : SDN 2 TEMUREJO
Jabatan dalam penelitian : Teman Sejawat
L. DAFTAR PUSTAKA
Ali, MuHak asasi manusiamad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusuawi. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsismi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Azhar, Lalu MuHak asasi manusiamad. 1993. Proses Belajar mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha Nasional.
Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid I. Yogyakarta: YP.Fak. Psikologi UGM.
Hak asasi manusiaalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Hasibuan. J.J. dan Murdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineksa Cipta.
Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nur, Muh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya: University Press. Universitas Negeri Surabaya.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.
Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.
Surakhmad, Winarto. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.
Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.
Syah, Muhibin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
USDn, Muh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
M. LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran I
RENCANA PEMBELAJARAN I
Satuan Pendidikan : SDN 2 PURWOHARJO
Mata Pelajaran : Kewarganegaraan
Materi : Penegakan
Sub Pokok Bahasan : Pengertian, Macam-macam Hak asasi manusia, Hak asasi
manusiabatan
Waktu : 2 x 35 menit
Putara : 1
A. KOMPETENSI DASAR
Kemampuan menganalisis penegakan Hak asasi manusia.
B. INDIKATOR PENCAPAIAN –PENCAPAIAN HASIL BELAJAR
1) Siswa mampu memaHak asasi manusiai dan mendiskripsikan pengertian dan macam-macam Hak asasi manusia
2) Siswa mampu mengidentifikasi Hak asasi manusiabatan dan tantangan dalam penegakan Hak asasi manusia di Indonesia.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
Setalah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat ;
1. Mendiskripsikan pengertian HAK ASASI MANUSIA.
2. Mendiskripsikan macam-macam HAK ASASI MANUSIA.
3. Mengidentifikasikan perkembangan HAK ASASI MANUSIA.
4. Mengidentifikasi Hak asasi manusiabatan dan tantangan dalam penegakan HAK ASASI MANUSIA di Indonesia.
D. PENGALAMAN BELAJAR
Dalam kegiatan pembelajaran siswa akan dapat :
1. Menganalisis dari berbagai pustaka (buku paket dan sumber lain), mampu mendeskripsikan pengertian dan mavam-macam HAK ASASI MANUSIA.
2. Kecakapan hidup :
- Menggali informasi
- Mengolah informasi
- Komunikasi lisan
3. Menganalisis beberapa peristiwa yang berkaitan dengan penegakan HAK ASASI MANUSIA dari media masa, dapat mengidentifikasikan Hak asasi manusiabatan dan tantangan dalam penegakan HAK ASASI MANUSIA di Indonesia.
4. Life Skill :
- Menggali informasi
- Mengolah informasi
- Mengambil keputusan
- Menghubungkan dengan variable
- Eksistensi diri
- Potensi diri
E. MODEL PEMBELAJARAN
1. Model : Jigsaw .
2. Metode : Eksopsitori, diskusi, informasi.
F. SUMBER PEMBELAJARAN
1. Buku Kewarganegaraan
2. LKS
3. Surat Kabar
4. Majalah
G. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
No Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan :
a. Guru memotivasi siswa
b. Guru menyampaikan tujuan khusus pembelajaran 5 menit
2 Kegiatan inti :
a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa.
b. Guru membagikan tugas yang akan digunakan untuk kegiatan belajar pada masing-masing kelompok.
c. Setiap kelompok mendapat 5 soal, dan setiap siswa mengerjakan secara individu sesuai dengan nomor yang diterima.
d. Siswa yang mengerjakan soal dengan nomor yang sama berkumpuk untuk mengdakan diskusi (kelompok ahli).
e. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompoknya untuk menyampaikan hasilnya.
f. Presentasi hasil kerja kelompok.
g. Guru membimbing siswa untuk dapat menyimpulkan hasil kegiatan yang telah dilakukan. 70 menit
3 Penutup
a. Guru membimbing siswa merangkum hasil kegiatan belajar yang telah dilakukan.
b. Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal evaluasi. 15 menit
Lampiran 2
RENCANA PEMBELAJARAN 2
Satuan Pendidikan : SDN 2 PURWOHARJO
Mata Pelajaran : Kewarganegaraan
Pokok Bahasan : Penegakan HAK ASASI MANUSIA dan Implikasinya
Sub Pokok Bahasan : Konsekuensi jika suatu Negara tidak menegakkan
HAK ASASI MANUSIA, sanksi internasional atas pelanggaran HAK ASASI MANUSIA.
Waktu : 2 x 35 menit
Putaran : 2
A. KOMPETENSI DASAR
Kemampuan menganalisis penegakan HAK ASASI MANUSIA dan Implikasinya.
B. INDIKATOR PENCAPAIAN –PENCAPAIAN HASIL BELAJAR
1. Memprediksi konsekuensi jika suatu Negara tidak menegakkan HAK ASASI MANUSIA.
2. Menganalisis sanksi internasional atas pelanggaran HAK ASASI MANUSIA.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
Setalah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat :
1. Mengidentifikasi konsekuensinya jika suatu Negara tidak menegakkan HAK ASASI MANUSIA.
2. Mengidentifikasikan sanksi internasional atas pelanggaran HAK ASASI MANUSIA.
D. PENGALAMAN BELAJAR
Dalam kegiatan pembelajaran siswa akan dapat :
1. Menganalisis beberapa kasus pelanggaran HAK ASASI MANUSIA dari surat kabar, dapat memprediksi jika suatu Negara tidak menegakkan HAK ASASI MANUSIA.
2. Life Skill :
- Menggali informasi
- Mengolah informasi
- Mengambil keputusan
- Menghubungkan variable kesadaran eksisensi diri
- Kesadaran eksistensi diri
- Komunikasi tertulis
3. Mengidentifikasikan pelanggaran HAK ASASI MANUSIA setelah mengumpulkan dan menganalisis beberapa artikel tentang sanksi internasional atas pelanggaran HAK ASASI MANUSIA dari buku paket, surat kabar, TV, dan radio.
4. Kecakapan hidup
- Menggali informasi
- Mengelola informasi
- Mengambil keputusan
- Menghubungkan variable
- Kesadaran diri
- Kesadaran potensi diri
E. MODEL PEMBELAJARAN
1. Model : Jigsaw .
2. Metode : Eksopsitori, diskusi, informasi.
F. SUMBER PEMBELAJARAN
1. Buku siswa
2. LKS
3. Majalah
4. Surat kabar
G. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
No Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan :
1. Guru memotivasi siswa
2. Guru menyampaikan tujuan khusus pembelajaran 5 menit
2 Kegiatan inti :
a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa.
b. Guru membagikan tugas yang akan digunakan untuk kegiatan belajar pada masing-masing kelompok.
c. Setiap kelompok mendapat 5 soal, dan setiap siswa mengerjakan secara individu sesuai dengan nomor yang diterima.
d. Siswa yang mengerjakan soal dengan nomor yang sama berkumpuk untuk mengdakan diskusi (kelompok ahli).
e. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompoknya untuk menyampaikan hasilnya.
f. Presentasi hasil kerja kelompok.
g. Guru membimbing siswa untuk dapat menyimpulkan hasil kegiatan yang telah dilakukan. 70 menit
3 Penutup
a. Guru membimbing siswa merangkum hasil kegiatan belajar yang telah dilakukan.
b. Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal evaluasi. 15 menit
Lampiran 3
RENCANA PEMBELAJARAN 3
Satuan Pendidikan : SDN 2 PURWOHARJO
Mata Pelajaran : Kewarganegaraan
Materi : Penegakan HAK ASASI MANUSIA dan Implikasinya
Sub Materi : Proses penegakan HAK ASASI MANUSIA di Indonesia, partisipasi Terhadap penegakan HAK ASASI MANUSIA dalam kehidupan Bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Waktu : 2 x 35 menit
Putaran : 3
A. KOMPETENSI DASAR
Siswa mampu menganalisis penegakan HAK ASASI MANUSIA dan Implikasinya.
B. INDIKATOR PENCAPAIAN –PENCAPAIAN HASIL BELAJAR
1. Siswa mampu mensimulasikan proses penegakan HAK ASASI MANUSIA di Indonesia.
2. Siswa mampu berpartisipasi terhadap penegakan HAK ASASI MANUSIA dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
Setalah mengikuti kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat :
1. Mengidentifikasi proses penegakan HAK ASASI MANUSIA di Indonesia.
2. Berpartisipasi terhadap penegakan HAK ASASI MANUSIA dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
D. PENGALAMAN BELAJAR
Dalam kegiatan pembelajaran siswa akan dapat :
1. Menunjukkan mulai salah satu permainan tentang proses penagakan HAK ASASI MANUSIA di Indonesia dengan menganalisis berbagai berita dari surat kabar, televisi, dan media infoemasi lainnya.
2. Kecakapan hidup :
- Menggali informasi
- Mengolah informasi
- Mengambil keputusan
- Menghubungkan variable
- Kesadaran diri
- Kesadaran eksistensi
3. Berpartisipasi terhadap penegakan HAK ASASI MANUSIA dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara setelah menganalisis contoh kasus penegakan HAK ASASI MANUSIA dalam kehidupan sehari-hari.
4. Kecakapan hidup
- Menggali informasi
- Mengelola informasi
- Mengambil keputusan
- Menghubungkan variable
- Komunikasi lisan
- Kesadaran potensi diri
- Kesadaran eksistensi
E. MODEL PEMBELAJARAN
1. Model : Jigsaw .
2. Metode : Eksopsitori, diskusi, informasi.
F. SUMBER PEMBELAJARAN
1. Buku siswa
2. LKS
3. Surat kabar
4. Majalah
G. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
No Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan :
2. Guru menyampaikan tujuan khusus pembelajaran 5 menit
2 Kegiatan inti :
a. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa.
b. Guru membagikan tugas yang akan digunakan untuk kegiatan belajar pada masing-masing kelompok.
c. Setiap kelompok mendapat 5 soal, dan setiap siswa mengerjakan secara individu sesuai dengan nomor yang diterima.
d. Siswa yang mengerjakan soal dengan nomor yang sama berkumpuk untuk mengdakan diskusi (kelompok ahli).
e. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompoknya untuk menyampaikan hasilnya.
f. Presentasi hasil kerja kelompok.
g. Guru membimbing siswa untuk dapat menyimpulkan hasil kegiatan yang telah dilakukan. 70 menit
3 Penutup
a. Guru membimbing siswa merangkum hasil kegiatan belajar yang telah dilakukan.
b. Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal evaluasi. 15 menit

0 Response to "Upaya Meningkatakan Prestasi Belajar Pkn Melalui Metode Pembelajaran Model Jigsaw Pada Siswa Kelas IV Sdn 2 Purwoharjo"
Posting Komentar